Sukacita:
tidak didapatkan dalam materialisme,
tidak diperoleh dalam psikoterapi
tidak didapatkan dalam obsesi terhadap diri sendiri.
Kita adalah umat kepunyaan Allah seharusnya, “bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah” (Filipi 3:3).
Bagaimana caranya?
Yaitu mengenal Kristus adalah memahami diri kita dengan sebenarnya, dan pemahaman rohani yang sejati kepada Kristus, sehingga tidak mungkin untuk memuliakan diri sendiri, hikmat kita, kekuatan, kekayaan, atau kebaikan kita, tapi hanya di dalam Kristus, dalam hikmat dan kuasa-Nya, dalam kekayaan dan kebaikan-Nya, dan dalam diri-nya saja.
Bagaimana kita peroleh suka cita?Ini adalah janji Tuhan
Berdiamlah di dalam Dia, dalam Firman-Nya, dan berusaha untuk mengenal Dia dengan lebih dekat.
Kalau kita berdiam di dalam Dia, Dia berjanji bahwa “sukacitamu akan penuh” (Yohanes 15:1-11). Hanyalah melalui Roh Kudus Allah kita dapat memperoleh sukacita sejati (Mazmur 51:11-12, Galatia 5:22, 1 Tesalonika 1:6)
Tidak ada yang dapat kita lakukan tanpa kuasa Allah (2 Korintus 12:10, 13:4).
Bahkan, makin kita berusaha mendapat sukacita dengan cara kita sendiri, makin susahlah kita.
Beristirahatlah dalam tangan Tuhan (Matius 11:28-30) dan carilah wajah-Nya melalui doa dan Kitab Suci.
Akhirnya“Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan” (Roma 15:13).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar